Senin, 16 April 2012

KESESATAN KHARISMATIK



      kelompok Karismatik tidak bisa membeda dan tidak mau melihat perbedaan antara mujizat dan karunia melakukan mujizat. Kesanggupan Allah melakukan mujizat tidak diragukan sepajang zaman, bahkan mujizat terbesar yang terjadi dalam hidup orang percaya ialah dosa dihapuskan dan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
      Mujizat adalah suatu peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam atau bertentangan dengan apa yang biasanya terjadi. Sedangkan karunia melakukan mujizat adalah pemberian kemampuan kepada seseorang untuk melakukan mujizat. Mujizat pertama kali terjadi yakni Henokh diangkat Allah ke Surga (Kej. 5: 24), sedangkan orang pertama yang mendapatkan karunia melakukan mujizat dari Allah adalah Musa (Kel. 7: 9; 19:9).
Mujizat
     Allah tetap sanggup melakukan mujizat dan terus melakukan mujizat sampai sekarang, bahkan mujizat Allah tidak hanya sebatas hal-hal yang bersifat badani dalam hidup manusia saja, sebagaimana kalangan karismatik memahami mujizat Allah.
     Dilain pihak, orang-orang Kristen dan gereja-gereja percaya sepenuhnya bahwa masa kini pun mujizat kesembuhan Ilahi itu masih dapat terjadi, yaitu yang sakit itu percaya penuh kepada Kristus (Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia, hal., 131-132)
       Pada umumnya mujizat yang digembar-gemborkan kalangan Karismatik adalah mujizat-mujizat yang berhubungan dengan keadaan fisik manusiawi. Menurut kalangan Karismatik Iblislah penyebab utama adanya penyakit (Ibid. hal., 133), oleh sebab itu hanya orang percayalah yang dapat mengalami mujizat kesembuhan seperti dari pernyataan di bawah ini;
Pokok-pokok Alkitab yang harus ditekankan dalam memberitakan tentang kesembuhan Ilahi, adalah bahwa kesembuhan tersebut telah disediakan oleh Tuhan bagi setiap orang percaya (Ibid. hal., 137)
    Mujizat Allah tidak hanya sebatas hal-hal yang bersifat manusiawi sebagaimana yang ditekankan gerakan Karismatik dalam kebaktian-kebaktian kesembuhan Ilahi mereka, namun juga menyangkut hal-hal yang bersifat surgawi. Dan bukan hanya dikhususkan untuk orang percaya, namun orang yang tidak percaya pun dapat mengalami mujizat Allah.
      Hamba seorang perwira di Kapernaum (Luk. 7: 1-10), sembilan dari sepuluh orang kusta (Luk. 17: 11-19), anak perempuan dari Kanaan (Mat. 15:21-28), kisah kebangkitan Lazarus (Yoh. 11). Kasus-kasus ini adalah orang-orang yang mengalami mujizat bukan karena iman mereka. Hal ini sangat berbeda dengan pelayanan gerakan Karismatik yang selalu mengsuggesti orang yang tidak mengalami kesembuhan, bahwa mereka tidak beriman atau mereka kurang iman.
      Allah dapat menyatakan mujizatnya kepada siapa saja, dan mujizat Allah yang dinyatakan kepada seseorang tidaklah di-blow up seperti yang dilakukan banyak hamba-hamba Tuhan gerakan Karismatik dengan iklan-iklan, poster-poster dan spanduk-spanduk di jalan, yang seolah-olah menyatakan kepada dunia disekitarnya, bahwa hanya melalui mereka Allah sanggup mendemostrasikan mujizat.
    George Muller tercatat dalam sejarah sebagai seseorang yang banyak mengalami mujizat Allah dalam hidupnya. Allah memimpin hidup dan pelayanan George Muller dengan sangat menakjubkan, yang banyak dijadikan teladan dan yang mengispirasikan banyak pelayan Tuhan di dunia. Namun George tidak pernah show of power dengan hal-hal yang dialami, hal ini sangat berbeda dengan kalangan Karismatik sekarang.
     Mujizat Allah bukan untuk di blow up dan bukan digunakan sebagai ajang show of power. Mereka yang mengunakan mujizat Allah sebagai ajang blow up dan show of power di akhir zaman ini adalah pengikut Lucifer, sebagaimana yang dinyatakan Tuhan Yesus dalam Matius 24: 24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dashyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekirangnya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
     Para pengikut Lucifer yakni yang diurapi-yang diurapi palsu dan nabi-nabi palsu mem-blow up dan show of power mujizat dengan tujuan mengalihkan Injil yang benar atau kehendak Allah kepada para pendengar mereka. Itulah sebabnya kebaktian-kebaktian yang mereka adakan bukan dengan tujuan untuk bertumbuh dalam kebenaran, melainkan terfokus pada mujizat yang di blow up, mereka ini adalah penyesat dan pembuat kejahatan, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21-23;
       Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU YANG DI SORGA. Pada hari terakhir banyak orang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan bukan KAMI BERNUBUAT DEMI NAMA-MU, DAN MENGUSIR SETAN DEMI NAMA-MU, DAN MENGADAKAN BANYAK MUJIZAT DEMI NAMA-MU JUGA? Pada waktulah Aku akan berterus terang kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! ENYALAH DARI PADA-KU, KAMU SEKALIAN PEMBUAT KEHAJATAN!”
     Waspadalah supaya jangan sampai Anda disesatkan dan menyesatkan. Kehendak Tuhan ialah supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Tim. 2:3-4) melalui segala hikmat dan pengetahuan yang benar (Kol. 1:9). Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya mengerti kehendak Allah, supaya dapat membedakan mana yang baik, yang berkenan pada Allah (Ef. 5:17, Rom.12: 2).
Karunia Melakukan Mujizat
    Para pengikut gerakan Karismatik selalu meng-kultus-kan (menokohkan) hamba-hamba Tuhan mereka, yang sanggup mendemostrasikan mujizat-mujizat yang luar biasa. Para pengikut Karismatik menyimpulkan, bahwa hamba-hamba Tuhan yang sanggup mendemostrasikan mujizat-mujizat yang luar biasa adalah orang yang dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Bahkan pernyataan-pernyataan hamba-hamba Tuhan demikian ditelan mentah-mentah, karena takjub dengan kuasanya yang dimiliki mereka.
       Pengkutusan yang berlebih-lebihan terhadap seorang hamba Tuhan karena kuasa melakukan mujizatnya, membuktikan bahwa orang kristen yang demikian tidak memahami Alkitab dan bisa dikategorikan bodoh secara rohani (Ef. 5:15-17). Orang kristen demikianlah yang mejadi sasaran utama para penyesat, dan ternyata orang Kristen tipe ini sangat banyak saat ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sendiri sangat pesimis akan keberadaan orang-orang Kristen sejati pada waktu kedatanganNya kembali (Luk. 18:8).
Yohanes Pembaptis seorang yang dipakai Allah dengan sangat menakjubkan, namun tidak pernah melakukan tanda dan mujizat (Yoh. 10: 41). Mengapa? Bukankah hal ini bertolak belakang dengan pengkultusan di kalangan Karismatik?
    Rasul Paulus memberikan alasan tersebut dalam 2 Korintus 12:12, bahwa karunia mujizat adalah bukti kerasulan. Tuhan menaikkan kewibawaan rasul-rasul sebagai penyampai firman lisan dihadapan orang banyak dengan tujuan membuktikan kepada orang banyak, bahwa perkataan mereka benar dari Allah.
      Itulah sebabnya Tuhan memberikan Karunia Melakukan Mujizat kepada Musa dengan tujuan meneguhkan firman lisan yang disampaikan Musa kepada orang-orang Israel di Mesir. Karunia melakukan mujizat merupakan peneguhan kesaksian wahyu lisan yang disampaikan oleh rasul dan nabi (2 Kor. 12:12, Ibr. 1:3-4), bukan seperti yang didemonstrasikan para hamba Tuhan yang diurapi dalam gerakan Karismatik saat ini.
      Tuhan memberikan kuasa kepada rasul-rasul karunia melakukan mujizat dengan tujuan megangkat kewibawaan rasul-rasul sebagai pemegang otoritas wahyu lisan dan penulis Alkitab (1Yoh. 1: 1-4). Itulah sebabnya tercatat di dalam Alkitab hanya rasul-rasullah yang mendapat karunia melakukan mujizat diantara orang percaya ( Kis. 2: 43; 4: 33; 5: 12), dan itulah sebabnya juga mengapa kanon PB hanya 27 ( sebab ada 3 syarat sebuah kitab sah diakui sebagai kanon PB; 1. Harus tulisan Rasul 2. Harus didukung oleh Rasul {seperti Injil Markus} 3. Harus dibaca oleh Rasul {oleh sebab itulah kitab wahyu adalah kitab yang terakhir, karena Rasul Yohaneslah yang terakhir wafat}).
      Syarat seseorang menjadi rasul adalah seseorang yang turut dalam pelayanan Tuhah Yesus selama di bumi (Kis. 1:21) dan seseorang yang dimulai dari baptisan Yohanes sampai Tuhan Yesus terangkat ke Sorga (Kis. 1:22). Sedangkan Rasul Paulus adalah rasul yang dipilih Tuhan secara khusus dengan cara yang khusus juga Tuhan menetapkannya sebagai rasul (1 Kor. 15:8). Oleh sebab itu, apabila sekarang ada yang mengakui dirinya sebagai rasul maka orang tersebut adalah rasul palsu. Dan bila ada kuasa beserta karunia mujizat darinya maka itu adalah perbuatan Lucifer bukan Tuhan (Mat. 24: 5, 24).
     Oleh karena itu, karunia melakukan mujizat hanya diberikan kepada rasul sebagai bukti kerasulan (2 Kor. 12:12) dan peneguhan otoritas sebagai penyampai wahyu Allah (Ibr. 1:3-4). Maka kuasa karunia melakukan mujizat sudah tidak diberikan Tuhan kepada siapapun saat ini, seturut dengan kepulangan rasul-rasul ke Sorga. Namun apabila sekarang ada yang menyatakan diri, bahwa mendapat kuasa karunia melakukan mujizat, maka hal tersebut bukan dari Tuhan melainkan dari Lucifer (Mat. 7:21-23; 24:24). Apabila Setan dapat memberikan karunia kesembuhan kepada dukun, terlebih lagi kepada dukun rohani yang mengatasnamakan Tuhan Yesus. Waspadalah supaya Anda tidak tersesat dan menyesatkan!
LUCIFER MENYESATKAN BANYAK ORANG KHARISMATIK


          
        Gerakan karismatik merupakan bentuk baru dari Montanisme yang pernah ada tahun 160-400 M, Montanus menyatakan bahwa di dalam dirinya sudah datang roh penolong yang telah dijanjikan Yesus dan dengan dibantu Priscilla dan Maximilla dua nabiah yang selalu memanifestasikan fenomena berbahasa lidah dan kadang-kadang berekstase sampai tak sadarkan diri, gerakan Montanisme berkembang dengan pesat dari Asia kecil sampai Afrika Utara, namun gerakan ini pun pudar dan hilang sekitar tahun 400 M.
      Memasuki abad ke-20 bentuk baru dari Montanisme muncul kembali dengan menamakan diri Pentakosta modern atau yang lebih dikenal dengan gerakan Karismatik. Di bawah pimpinan Charles F Parham gerakan sinkritisme Kristen ini pun berkembang dengan pesat ke seluruh dunia dan menjamur ke seluruh Asia termasuk di Indonesia.
      Di Asia gerakan ini mendapat tempat yang istimewah terutama Indonesia, hal ini disebabkan kultur dan kegemaran orang-orang asia terhadap kepercayaan-kepercayaan mistik dan terhadap hal-hal yang supranatural.
Sejak Demos Shakarian membentuk Full gospel bussines men’s international fellowship, gerakan Karismatik berkembang dengan pesat di kalangan pengusaha Kristen. Pada umumnya para pengikut gerakan Karismatik tidak mengetahui latar belakang sesungguhnya dari gerakan ini, melalui kejadian-kejadian fenomenal yang didemostrasikan dalam tiap-tiap kebaktian itulah yang menjadi dasar kepercayaan mereka bahwa gerakan karismatik ialah manifestasi Roh Kudus dalam kekristenan, namun benarkah demikian? Mari kita telusuri.
I. Peringatan Tuhan Yesus Kepada Orang Kristen Sejati mengenai penyesatan di Akhir Zaman
      Setiap kali membicarakan mengenai akhir zaman, Tuhan Yesus Kristus selalu menyinggung mengenai penyesatan dan kesesatan yang akan terjadi dalam kekristenan. Semua peringtan dan nasehat Tuhan Yesus mengenai penyesatan dan kesesatan selalu sama, bahwa akan datang mereka yang menyatakan diri sebagai yang diurapi dengan mengunakan nama Yesus dengan tujuan untuk menyesatkan orang Kristen (Matius 24: 5, 24, Luk. 21: 8).
     Para penyesat akan mendapatkan pengikut yang lebih banyak daripada kelompok orang Kristen sejati, karena para penyesat memakai nama Yesus menampilkan fenomena-fenomena yang menakjubkan mata dan mengesankan hati, sehingga banyak orang mengikuti mereka bahkan ada juga orang Kristen sejati yang terperdaya oleh fenomena-fenomena kesesatan penyesat (Mat. 24: 24). Itulah sebabnya mereka mendapat pengikut yang banyak sebab, “di mana ada bangkai di situ burung nazar berkumpul” (Mat. 24: 28).
II. Para Penyesat Memberi Solusi Kebutuhan Dasar Orang-orang Kristen duniawi
       Orang-orang kristen duniawi mencari Tuhan bukan untuk memuliakan Tuhan melainkan untuk memuaskan keinginan hati (2 Tim. 4: 3-4), oleh karena itu Injil yang benar tertutup untuk mereka (2 Kor. 4:3-4). Setan dan pengikutnya sangat memahami kebutuhan dasar yang dicari orang-orang kristen duniawi dalam mencari Tuhan, sehingga dengan sangat licik mereka mengunakan nama Yesus untuk memperdayakan orang-orang kristen duniawi dengan memenuhi kebutuhan dasar mereka (2 Kor. 11:3-4).
        Kesehatan, kekayaan, kesejahteraan, ketentraman dan ramalan masa depan mengenai kesuksesan itulah yang dicari orang-orang kristen duniawi dalam mencari Tuhan (tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kebenaran). Pencarian orang-orang kristen duniawi akan hal-hal duniawi dalam kehidupan rohani dijawab Setan dan pengikutnya dengan sangat baik.
     Setan dan pengikutnya menyamar seperti domba di tengah-tengah serigala dalam komunitas kekristenan (Mat. 7: 15). Demi mensukseskan program kesesatan mereka, maka mereka mengunakan nama Yesus Kristus disertai mujizat-mujizat, tanda-tanda yang dashyat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga (Mat. 24: 24).
       Anda yang ingin kaya, ada gereja yang selalu menawarkan berkat; Anda yang ingin kesembuhan, ada gereja yang menawarkan minyak urapan; Anda yang takut Setan, ada gereja yang menawarkan usir setan; Anda yang senang dengan musik duniawi, banyak gereja yang bernyanyi secara duniawi dengan kata-kata rohani (lihat tulisan saya, Musik Surgawi); Anda yang suka fasion show, ada juga gereja yang selalu menampilkan fasion show dalam kebaktian-kebaktian mereka. Intinya ialah orang-orang kristen duniawi mencari Tuhan hanya untuk memuaskan keinginan hati bukan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Mari kita kupas tuntas satu persatu mengenai penyimpangan dalam gerakan Karismatik berdasarkan Alkitab.
BAHASA ROH
    Gerakan Karismatiklah yang mempopulerkan bahasa Roh saat ini, kebanyakkan dari mereka yang berbahasa roh adalah hamba-hamba Tuhan yang menyebut dirinya “yang diurapi.” Mereka beranggapan bahwa karunia berbahasa Roh adalah bukti kebangkitan gereja dan bukti bahwa Tuhan sungguh-sungguh ingin memakai orang yang berbahasa Roh, tetapi benarkah demikian yang diajarkan Alkitab?
      Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa manusia diberikan karunia bahasa Roh (1Kor. 14:2), manusia hanya diberikan karunia bahasa lidah (lihat Alkitab bahasa yunani; kata glossai artinya kata-kata lidah. Untuk lebih jelas lagi, Anda bisa mengikuti kelas Dance Suat Bible Class) oleh Roh Kudus (1 kor. 14:22).
     Gerakan Karismatik mengklasifikasikan bahasa Roh berdasarkan 1 Kor. 13:1, sehingga bahasa Roh gerakan Karismatik adalah ocehan yang indah, yang dibuat-buat bahkan dihafal seperti mantra. Gliddy glup gloopy nibby nabby noppy la la la lolo. Sabba sibby nooby abba nabba le le lo lo. Tooby ooby walla nobby abba nabba, kata-kata dari suku kata yang tidak memiliki arti apa-apa itulah yang sering diucapkan dalam bahasa Roh gerakan Karismatik.
    Alkitab tidak pernah mengajurkan orang berbahasa Roh ala gerakan Karismatik, sebaliknya Lucifer si Malaikat teranglah dalang dari kekacauan, kesurupan, dan ekstase dalam kepenuhan Roh ala gerakan Karismatik (1 Kor.13: 1, Kolose 2: 18). Kekacauan, kesurupan serta ekstase bukanlah cerminan dari kuasa Allah, karena Allah tidak menghendaki kekacauan (1 Kor. 14: 33), Allah ingin segala sesuatu berlangsung dengan sopan dan teratur ( 1 Kor. 14: 40) berdasarkan pada pengertian yang benar ( Roma 12:2, Ef. 5:17).
     Karunia bahasa lidah yang dituliskan dalam Alkitab sangat berhubungan erat dengan proses pewahyuan lisan (1 Kor. 13: 8-13). Pada hari pentakosta rasul-rasul secara supranatural diberikan karunia bahasa lidah oleh Roh Kudus sehingga tanpa mengikuti kursus bahasa, mereka dapat berbicara dengan dialek orang-orang asing yang hadir di Yerusalem pada saat itu. Rasul-rasul yang berbicara dalam dialek bangsa-bangsa asing pada waktu tidak dalam kondisi mabuk (Kis. 2: 14-15), tidak seperti yang selalu dipertunjukkan gerakan Karismatik saat ini, yang selalu mabuk, kacau dan ekstase.
   Tujuan dari Roh Kudus memberikan karunia bahasa lidah secara supranatural kepada para Rasul pada hari pentakosta ialah supaya rasul-rasul dapat menyampaikan pesan Injil kepada orang-orang asing yang tidak memahami bahasa Ibrani pada waktu itu (Kis. 2: 8) dalam bahasa mereka masing-masing. Tercatat dalam Alkitab bahwa pada hari pentakosta banyak orang percaya pada Injil dan diselamatkan.
        Selanjutnya karunia bahasa lidah yang diberikan secara supranatural oleh Roh Kudus kepada seseorang ialah untuk menyampaikan wahyu lisan kepada jemaat setempat, tujuannya untuk membangun iman jemaat pada masa para rasul (karena pada waktu itu belum ada firman tertulis secara utuh seperti sekarang, maka Allah mengunakan bahasa lidah sebagai firman lisanNya), oleh sebab itu apabila ada orang yang berbahasa lidah maka harus juga bisa menafsirkannya (1 Kor. 14: 13).
       Selain itu juga, karunia bahasa lidah merupakan bentuk pernyataan Allah kepada orang Yahudi dan non-Yahudi yang tidak percaya, bahwa Injil adalah milik semua bangsa dan semua bangsa berhak mendapatkan karunia keselamatan bukan lagi milik orang Yahudi secara khusus. “Karena itu KARUNIA BAHASA LIDAH ADALAH TANDA, bukan untuk orang yang beriman, tetapi UNTUK ORANG YANG TIDAK BERIMAN….”(1Kor. 14:22). Tujuan karunia bahasa lidah yang tercatat dalam Alkitab sangat berbeda dengan BAHASA ROH ALA KARISMATIK yang tidak ada tujuan, manifestasinya penuh kekacauan, ekstase, kata-kata yang diucapkan tidak berarti apa-apa dan yang paling mengerikan adalah memutar-balikkan firman, bahwa BAHASA ROH ialah UNTUK ORANG BERIMAN.
     Karunia bahasa lidah yang tercatat dalam Alkitab tidak permanen, hanya diberikan kepada jemaat mula-mula pada zaman rasul-rasul (1 Kor. 13: 8-10), oleh karena hanya rasul-rasullah yang diberikan otoritas untuk menyatakan dan membuktikan kebenaran isi dari bahasa lidah yang diucapkan sebagai wahyu dari Allah (karena rasul-rasul adalah pemegang otoritas wahyu lisan) 2 Kor. 12: 12.
      Sejarah memberikan konfirmasi bahwa karunia bahasa lidah merupakan cara Roh kudus berbicara Injil di dalam semua bangsa, tujuannya untuk menyatakan bahwa Injil harus diberitakan kepada semua bangsa dan milik semua bangsa di dunia. Dan karunia bahasa lidah sudah berakhir seturut dengan wafatnya pemegang otoritas tertinggi wahyu lisan yakni para rasul. Sekarang Roh Kudus mengunakan wahyu tertulis yakni Alkitab untuk menyatakan Injil kepada semua bangsa di dunia. Oleh sebab itulah Alkitab sudah diterjemahkan dalam semua bahasa nasional di dunia bahkan sudah dalam bahasa suku.
     Bila karunia bahasa lidah dalam Alkitab digunakan Roh Kudus untuk menyatakan Injil di dalam semua bangsa di dunia, maka karunia bahasa Roh ala gerakan Karismatik ialah cara seseorang (bisa juga Setan) mengsugesti diri untuk mengalami pemulihan jiwa secara psikologi bukan secara rohani, sebab itu tidak jarang orang yang berbahasa roh ala gerakan Karismatik seperti orang mabuk dan ekstase. Waspadalah jangan percaya kepada setiap roh (2 Kor. 11:3-4), tapi ujilah roh-roh itu (1 Yoh. 4:1).
      Pada zaman para rasul setiap orang percaya dianjurkan untuk mengejar karunia-karunia rohani termasuk bahasa lidah dan nubuat (1 Kor.14: 22). Maka PADA MASA KITA SEKARANG DIANJURKAN UNTUK MENGEJAR IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH, tidak lagi dianjurkan untuk mengejar wahyu lisan dalam bentuk apapun termasuk bahasa lidah dan nubuat, karena Alkitab sudah menjadi firman Allah satu-satunya yang absolut yang tidak boleh ditambah atau dikurangi (wahyu 22:18-19).
     Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir, bahasa lidah akan berhenti; pengetahuan akan lenyap (1 Kor. 13: 8). Mari kita analisa frasa bahasa lidah akan berhenti dalam tata bahasa yunani (yunani eite glossai pausontai). Kata pausantai merupakan bentuk orang ketiga jamak, future, middle, deponen indicative dari kata pauw( Wesley J. Perschbacher, The New Analytical Greek Lexicon, hal., 317) yang berarti akan berhenti sendiri (walaupun dalam tata bahasa yunani middle selalu bermakna pasif namun karena dalam bentuk deponent verb maka berfungsi aktif, sedangkan indicative mempresentasikan suatu realita nyata).
      Kata pausantai (itu {bahasa lidah} akan berhenti sendiri) menjelaskan bahwa bahasa lidah akan berhenti dengan sendiri secara otomatis bila telah mencapai tujuannya .Oleh karena semua bangsa sudah mendengarkan dan memiliki Injil sebagai karunia keselamatan dari Allah melalui Alkitab, maka tujuan dari karunia bahasa lidah telah tercapai. Berarti sekarang secara otomatis bahasa lidah tidak lagi digunakan Allah untuk menyatakan wahyuNya, sebaliknya Setan dan pengikutnyalah yang mengunakan untuk menyesatkan manusia sekarang.
    G F Rendal seorang bekas pengikut gerakan Karismatik memberikan kesaksian dan pernyataan dalam bukunya I Speak in Tangues More Than You All, bahwa bahasa Roh ala gerakan Karismatik adalah kesalahan dan kesesatan dalam memahami pewahyuan Allah. Oleh karena itu, saya dengan penuh kasih menyarankan saudara-saudari yang berbahasa Roh dan yang mengajarkan bahasa Roh dalam gereja ala gerakan Karismatik untuk bertobat dan kembali kepada kebenaran Alkitab sebagai otoritas tertinggi dari wahyu Allah saat ini. Bertobatlah sebelum terlambat!
JANGANLAH KAMU MEMBIARKAN KEMENANGANMU DIGAGALKAN OLEH ORANG YANG PURA-PURA MERENDAHKAN DIRI DAN BERIBADAH KEPADA MALAIKAT, SERTA BERKANJANG PADA PENGLIHATAN-PENGLIHATAN DAN TANPA ALASAN MEMBESAR-BESARKAN DIRI OLEH PIKIRANNYA YANG DUNIAWI. KOLOSE 2: 18. (Tulisan selanjutnya mengupas mengenai Setan Usir Setan Mengunakan nama Yesus ala Gerakan Karismatik).





GEREJA ADDVENT






Pada umumnya orang mengenal hari Minggu sebagai hari ibadah orang Kristen di gereja. Adakah orang Kristen yang tidak menjadikan hari Minggu sebagai hari peribadahan? Ya, ada kelompok orang Kristen yang memakai Sabtu sebagai hari peribadahan di gereja. Itulah Gereja Advent, yang menguduskan Sabtu, hari ketujuh dalam pekan, sebagai hari Sabat. Kenalkah Anda dengan Gereja Advent? Bagaimanakah sejarah munculnya gereja Advent dan apakah sajakah kekhasan isi ajarannya? Ambil dan Bacalah!

Bagaimanakah Sejarah Awal dan Perkembangan Gereja Advent?
Sejarah gereja Advent tidak dapat dilepaskan dari konteks perkembangan Kekristenan di Amerika. Saat itu gereja-gereja arus utama (antara lain Episcopal, Metodis, Baptis, Presbyterian dan Kongregasionalis) secara umum sedang lemah, sementara itu kemajemukan dan kebebasan beragama dijamin undang-undang. Hal ini merangsang pengungkapan keagamaan yang bersifat individual dan independen. Salah satu diantaranya adalah gerakan atau aliran Adventis.
Selain berbagai kondisi dalam negeri dan pergumulan-pergumulan teologis dalam perkembangan Kekristenan di Amerika, faktor lain yang juga ikut membentuk lahirnya aliran Adventis adalah kaum Injili (bersemangat kebangunan rohani) yang pada awal abad ke-19 memberikan penekanan kuat atas penelaahaan bagian-bagian Alkitab yang berbicara mengenai Advent kedua (parousia) yakni kedatangan Tuhan Yesus kedua kali dan eskaton ( akhir zaman ). Mereka yakin bahwa kedatangan kembali Kristus dan Hari Penghakiman akan segera tiba, dan milenium pun akan dimulai. Salah satu tokoh utama di Amerika yang menganut paham pre-milenialisme adalah William Miller(1782-1848) .
Berdasarkan ajaran William Miller inilah, golongan Adventis muncul pada tahun 1831 dan menjadi kelompok orang Kristen yang menekankan kedatangan KRISTUS yang kedua kali dengan segera untuk mendirikan Kerajaan 1000 tahun di bumi. Miller mengajarkan bahwa kedatangan KRISTUS kedua kali akan terjadi di Dresden, New York pada tanggal 27 Oktober 1843 berdasarkan nubuat dalam Daniel 8:14. Ketika tak terbukti, ia mengoreksi dengan tahun 1884. Ketika pada tahun itu KRISTUS tidak juga datang, banyak pengikutnya kecewa dan kemudian meninggalkan gerakan Adventis. Orang-orang yang tetap setia dalam gerakan Adventis, termasuk Miller, dikucilkan oleh gereja-gereja. Mereka kemudian mendirikan gereja-gereja Adventis yang tetap menantikan kedatangan KRISTUS pada waktu dekat tetapi tidak menetapkan tanggalnya.
Sekitar 20 tahun pengikut-pengikut Miller tersebar di Amerika Serikat tanpa terorganisir. Pengikut-pengikut Gerakan Miller ini antara lain: James White, Ellen G White, dan Joseph Bates. Tokoh yang kemudian terkenal adalah Ny Ellen Gould Hermon-White, mantan anggota gereja Methodis. Ia memperoleh penglihatan bahwa TUHAN tidak pernah mengubah hari Sabat ke hari Minggu. Gereja yang benar adalah gereja yang menguduskan hari Sabat.
Pada tanggal 23 Mei 1863 sebagian pengikut Gerakan Miller secara resmi membentuk organisasi gereja yang bernama General Conference of Seventh-day Adventists di Battle Creek, Michigan, USA, dengan anggota sebanyak 3.500 orang. Melalui penginjilan yang intensif, gereja Advent berkembang hingga ke seluruh dunia. Pekerjaan misi Gereja Advent saat ini mencapai lebih dari 200 negara. Jangkauan keluar Gereja Advent melayani orang-orang non-Kristen dan orang Kristen dari satuan lain. Gereja Advent juga berkembang melalui pelayanan televisi, radio, penerbitan buku dan majalah serta lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan.
Bagaimanakah Perkembangan Gereja Advent di Indonesia?
Gereja Advent masuk ke Indonesia sejak 1 Januari 1900 di Padang, Sumatera Barat melalui Ralph W Munson, seorang pekabar Injil Metodist yang masuk Adven. Karena perkerjaan di Padang kurang berhasil, maka Munson pindah ke Medan didampingin Misionaris dari Australia dan kemudian pindah ke Jawa (1910), ke Minahasa (1920), ke Ambon (1921) dan akhirnya kembali ke Amerika. Sejumlah misionaris Advent menyusul datang dari Australia, Belanda dan Amerika. Sejak 1920-an sudah semakin banyak tenaga pribumi yang ikut menyebarluaskan gereja Adven ini. Di Indonesia, gereja Adventis yang terkenal adalah Gereja Masehi Advent hari Ketujuh (GMAHT). Sekarang GMAHT dapat kita temukan di semua propinsi dan berpusat di Bandung.
Bagaimanakah Ajaran Gerakan Advent?
Bertahun-tahun lamanya Gereja Advent enggan merumuskan dasar-dasar kepercayaannya. Dibawah pengaruh dan kepemimpinan Ny. Ellen G. White, gereja ini merumuskan Statement of Faith(Pernyataan Iman ).
Adapun kekhasan ajaran Gereja Advent yang menonjol antara lain:
o Hari Sabat
Pemeliharaan hari Sabat, yakni hari ketujuh dalam sepekan adalah dari matahari terbenam hingga
matahari terbenam, ini perayaan tindakan penciptaan dan penebusan Allah. Gereja Advent berbakti pada hari Sabat yaitu hari Sabtu. Mereka berkumpul dalam satu lingkaran keluarga ketika hari Jumat senja dan menyambut hari Sabat dengan doa dan nyanyian, dan menutup hari Sabat pada Sabtu senja dengan doa dan pernyataan syukur. Hari Sabat mereka isi dengan berbakti di rumah atau di gereja. Bacaan-bacaan sekular atau siaran televisi sekular tidak diperkenankan pada hari tersebut.
o Kedatangan Kristus yang kedua kali.
Kedatangan Juruselamat akan secara nyata, pribadi, terlihat, dan mencakup seluruh dunia. Pada saat itu orang benar yang dibangkitkan dan orang benar yang hidup akan dimuliakan dan diangkat untuk bertemu Tuhan mereka.
o Pertentangan besar
Seluruh umat manusia sedang terlibat dalam suatu pertentangan besar antara Kristus dan Setan.
o Pengadilan Pemeriksaan
Yesus Kristus memulai pelayanan pengantaraan-Nya sejak kenaikan-Nya. Pada tahun 1844, yaitu akhir dari masa nubuatan 2300 hari, Ia memasuki fase kedua dari pelayanan penebusan-Nya, yaitu pengadilan pemeriksaan. Akhir pelayanan Kristus ini akan menandai tertutupnya pintu kasihan bagi manusia sebelum Kedatangan Kedua kali.
o Umat yang Sisa
Pada zaman akhir waktu kejahatan merajalela, sekelompok umat sisa telah dipanggil untuk memelihara hukum Allah dan iman kepada Yesus. Umat yang sisa ini akan mengumumkan keselamatan melalui Kristus. Pengumuman ini dilambangkan oleh tiga malaikat dalam Wahyu 14.
o Menjaga kesalehan dengan pola hidup yang sehat
Umat Advent menjaga kesalehan dengan melakukan pola hidup sehat: vegetarian, tidak memakan makanan yang berasal dari babi, udang, kerang; yang digolongkan haram menurut Imamat 11, tidak menkonsumsi alkohol dan tembakau. Mereka juga dilarang melakukan hal-hal yang dianggap merusak tubuh, seperti misalnya rajah (tato) dan melubangi daun telinga atau cuping hidung untuk dipasangi anting-anting. Semua ini didasarkan pada ucapan Rasul Paulus: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1Korintus 6:19).
o Sakramen
Ada dua sakramen dalam Gereja Advent, yaitu: Baptisan dan Perjamuan Tuhan. Sejak permulaan Gereja Advent, sebagaimana memperoleh warisan dari Protestan, menolak pandangan mengenai sakramen sebagai sebuah opus operatum, yaitu, sebuah tindakan yang didalamnya serta merupakan bagian anugerah yang mendatangkan keselamatan. Baptisan dengan diselamkan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus diakui Gereja Advent sebagai syarat masuk ke dalam keanggotaan gereja. Baptisan hanya dapat diberikan pada orang dewasa dan yang mengaku bertobat. Sakramen Perjamuan Tuhan bagi Gereja Advent adalah untuk memperingati kematian Tuhan. Sakramen ini didahului oleh upacara pembasukan kaki sebagai persiapan untuk upacara yang kudus ini.
o Pernikahan
Gereja Advent tidak menganjurkan pernikahan antara seorang anggota Gereja Advent dengan seorang yang bukan anggota Gereja Advent, dan dengan keras meminta agar para pendeta gereja tidak melaksanakan upacara pernikahan bagi pasangan seperti itu.
o Evolusi
Gereja Advent mempercayai Tuhan menciptaan dunia dalam waktu 7 hari literal. Gereja ini aktif dalam mempromosikan Hikayat Ciptaan sebagai tantangan pada teori evolusi. Geoscience Research Institute di Universitas Loma Linda menerbitkan jurnal setengah-tahunan Origin yang mendukung ajaran 7 hari penciptaan dunia.
Bagaimanakah Struktur Organisasi Gereja Advent?
Dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ada empat tingkat dasar konstituante yang dimulai dari orang percaya secara perorangan hingga pada organisasi pekerjaan gereja sedunia:
o Gereja setempat, suatu badan orang-orang percaya yang terorganisasi dan bersatu.
o Konferens atau daerah setempat, suatu badan yang terdiri dari gereja-gereja yang terorganisasi di suatu negara bagian, propinsi atau wilayah.
o Uni Konferens atau Uni Mission, suatu badan yang terdiri dari konferens-konferens atau daerah-daerah di dalam satu wilayah yang lebih besar.
o General Conference (Pimpinan Pusat), unit organisasi terbesar, yang mencakup seluruh uni di seluruh dunia. Divisi adalah bagian dari General Conference yang memiliki tugas administratif yang ditugaskan di wilayah geografis tertentu. Pimpinan pusat Gereja Advent terdapat di Maryland, Amerika Serikat.

INJIL YANG KACAU DALAM PERJANJIAN BARU



Kita mengenal 4 Injil dalam Alkitab, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Pernahkah Anda mendengar nama “injil Barnabas”? Tahukah Anda isi “Injil Barnabas?”Mengapa “Injil Barnabas” tidak ada dalam Alkitab? Anda ingin tahu jawabannya? Silakan menyimak dialog berikut ini. Ambil dan Bacalah!
Tanya  : Saya pernah mendengar bahwa selain Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes,  ada Injil lain yang tidak ada dalam Alkitab, yaitu “Injil Barnabas”. Sejak kapan “Injil Barnabas” dikenal orang Kristen?

Jawab: Naskah yang disebut sebagai “Injil Barnabas”  muncul pertama kali  pada tahun 1709 dalam bahasa Itali. Naskah itu diterima John Toland di Amsterdam dari Craemer, seorang penasihat raja Prusia. Pada tahun 1718 ‘Injil Barnabas’ mulai disebut dalam karangan John Toland yang berjudul ‘Nazarenus or Jewish, Gentile and Mahometan Christianity’. Naskah itu disimpan di Perpustakaan Wina pada tahun 1738. “Injil Barnabas” mulai menghebohkan ketika diterbitkan terjemahannya ke dalam bahasa Inggeris oleh Lonsdale dan Laura Rag dengan diberi judul ‘The Gospel of Barnabas’ (Oxford, 1907). Pada tahun 1908 kitab ini diterjemahkan oleh Khalil Saada ke dalam bahasa Arab, dan pada akhirnya diperkenalkan ke Indonesia oleh Ahmad Shalaby.

Tanya: Siapakah penulis “Injil Barnabas” dan kapan ditulis?

Jawab: Beberapa ahli berpandangan bahwa penulis “Injil Barnabas” adalah seorang biarawan yang bernama Marino. Dia adalah seorang Yahudi-Spanyol yang tinggal di Italia. Kemungkinan sebelumnya ia beragama Katolik lalu berpindah ke agama Islam dan berusaha menyesuaikan kitab Injil dengan ajaran agama Yahudi (panyangkalan Yesus sebagai Messias) dan Islam (Penonjolan Muhammad). Sesudah ia memeluk agama Islam, namanya diubah menjadi Musatafa Al-’Arandi. Bahasa asli “Injil Barnabas” merupakan campuran dari dua dialek Italia yaitu ‘Tuska & Venezia’. Dari isi Injil Barnabas dapat dilihat pula  bahwa penulisnya memiliki satu pengetahuan Al Qur’an yang luas dan isinya memuat terjemahan secara hurufiah dari ayat-ayat Al Qur’an. Dari pengujian kertas dan tinta yang digunakan, nampak bahwa itu ditulis pada abad ke 15 atau ke 16. Isi “Injil Barnabas” juga mencerminkan beberapa teologi Katolik yang lahir pada abad pertengahan.  

Tanya: Jadi penulis “Injil Barnabas” bukan Barnabas dalam Perjanjian Baru?

Jawab: Bukan. Penulis “Injil Barnabas” bukanlah Barnabas dalam Alkitab Perjanjian Baru. Memang ada nama Barnabas dalam Kisah Para Rasul 4:36 yaitu nama baru yang diberikan kepada seorang yang bernama Yusuf. Yusuf menjual ladangnya dan hasil penjualannya diberikan kepada para rasul untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Kebaikannya mendorong mereka untuk menamakannya Barnabas, yang berarti “Anak Penghiburan”. Akan tetapi dalam “Injil Barnabas”, penulisnya membuat kesalahan besar dengan memberikan kesan bahwa nama Barnabas diberikan kepadanya oleh YESUS dan dia adalah termasuk salah seorang dari 12 murid Tuhan Yesus.

Tanya : Apakah isi “Injil Barnabas”? Apa perbedaannya dengan Injil yang ada dalam Alkitab?

Jawab: Dalam kekristenan, “Injil Barnabas” tidak diakui sebagai Injil yaitu kabar baik yang menceritakan kehidupan dan karya TUHAN YESUS.  “Injil Barnabas” berisi 222 bab yang isinya merupakan usaha untuk menyelaraskan ke-empat Injil kanonik ( Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) menjadi satu Injil yang dibumbui dengan tradisi tradisi Yahudi, Kristen dan Islam. Secara garis besar, pandangan “Injil Barnabas” terhadap iman Kristen antara lain menyangkal ke-TUHAN-an YESUS, menolak misteri salib dan kebangkitan, “mengkambing-hitamkan Rasul Paulus dan mempertentangkannya dengan Barnabas seolah-olah kedua Rasul tersebut berpisah karena perbedaan teologis dan doktrin. Pandangan tersebut ternyata dipergunakan oleh mereka yang menyerang iman Kristen sampai saat ini.

Selain itu, ada banyak bagian dalam buku ini  yang isinya  berbeda dengan Injil Kanonik, misalnya:

a. Kesalahan mengenali Barnabas sebagai murid YESUS.
Pada pembuka kitab “Injil Barnabas” disebutkan bahwa Barnabas salah seorang murid Yesus, yang bersama-sama dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus hadir waktu Yesus dimuliakan di atas gunung (Bab-42). Yesus mengatakan kepada Barnabas bahwa Ia tidak akan disalibkan (Bab-112), bahkan Yesus memerintahkan Barnabas untuk menulis Injil (Bab-221). Fakta ini jelas berbeda dengan ke-empat Injil. Dalam Injil kanonik tidak dikenal murid bernama Barnabas, ia baru muncul di masa Kisah Para Rasul sesudah Yesus (Kisah 4:36).

b. Kesalahan memahami tahun Yobel.
Dalam Bab-82 disebut bahwa ‘Tahun Jobel’ dirayakan setiap 100 tahun, padahal dalam Perjanjian Lama (Imamat 25:8-55;27:16-25) disebut bahwa tahun Jobel lamanya 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa ”Injil Barnabas” baru ditulis setelah tahun 1300 karena pada tahun itu Paus Bonifacius VII mendekritkan perubahan tahun Jobel menjadi 100 tahun.

c. Kejanggalan geografi dan budaya dalam ”Injil Barnabas”
Ada beberapa kejanggalan geografi dan budaya dalam ”Injil Barnabas” yang menunjukkan fakta kuat bahwa Barnabas bukan ‘saksi mata’. Disebutkan bahwa Yesus naik kapal ke Nazaret (Bab-20), padahal Nazaret ada di pegunungan. Yesus disebut naik dari Nazaret ke Kapernaum (Bab-21) padahal Kapernaum lebih rendah dari Nazaret. Pada Bab-145-150 disebut bahwa kaum Farisi menjadi rahib, tidak kawin, dan berjubah istimewa, dan berasal nabi Elia. Ini sebenarnya gambaran kekristenan pada abad-abad pertengahan setelah timbulnya kerahiban.
Disebutkan bahwa prajurit Romawi berguling seperti tong anggur kosong ke luar dari bait Allah (Bab-152). Kenyataannya, pada masa Yesus orang Romawi tidak diperkenankan masuk bait Allah, dan pembuatan tong-tong anggur dari kayu adalah budaya abad pertengahan. Bab-69 menyebut para imam berpakaian indah dan naik kuda, padahal dalam Injil kanonik para Imam tidak pernah disebut naik kuda. Pada Bab-56-58,135 ada diskripsi tentang tujuh dosa pokok dan tujuh tingkat dalam neraka. Ini adalah hasil teologia Katolik abad pertengahan

d. Nafas Islam dalam ”Injil Barnabas”.

Dalam “Injil Barnabas” ternyata banyak bagian yang sebenarnya bernafaskan ajaran Islam, ini menunjukkan bahwa “Injl Barnabas” di tulis sesudah kehadiran agama Islam. Beberapa contoh mengenai hal ini adalah:

Pada Bab-44 disebutkan bahwa Abraham mengorbankan Ismail dan menunjuk Muhammad sebagai nabi Besar, dan disebutkan bahwa Adam berseru: ‘Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah itu.” (Bab-39,54,97).
Yesus dihadapan Sanhedrin disebut menyangkal dirinya sebagai ‘Messias’ dan menunjuk nabi yang akan datang sesudahnya (Bab-72,96). Yesus dianggap bukan ‘Anak Allah’ (Bab-48,98,222), malah pengakuan Petrus bahwa ‘Yesus adalah Anak Allah’ dianggap dosa besar (Bab-70, bandingkan Matius 16:16). Yesus juga tidak disalib karena digantikan oleh Yudas (Bab-217) dan Yesus tidak mati maupun bangkit (Bab-221-222).

Ada anggapan bahwa Messias adalah dari keturunan Ismael (Bab-43,55). Dalam Bab-192-192, Nikodemus dikatakan menemukan kitab Musa di bait Allah dan membaca bahwa ‘Ismael adalah ayah Messias’ dan ‘Ishak adalah ayah utusan Messias.’ Jadi, Yesus dalam “Injil Barnabas” seakan-akan ‘Yohanes Pembaptis’ bagi Muhammad, itulah sebabnya dalam “Injil Barnabas” Yohanes Pembaptis tidak disebut-sebut.

Dalam “Injil Barnabas” ada ungkapan mengenai ‘kelima waktu sembahyang’ dan ‘Uraian mengenai Allah dan sifat-sifatnya’ yang dengan jelas kita ketahui sebagai hasil teologi Islam.

Namun demikian, kamus Islam sendiri menyebut tentang kitab ini bahwa: “Sehubungan dengan Injil Barnabas tidak ada yang keberatan atasnya sebagai suatu kepalsuan zaman pertengahan …. Ia mengandung sejumlah pertentangan yang dipastikan bermula sejak abad pertengahan dan tidak pada zaman sebelum itu.” Bahkan, disebutkan pula bahwa buku itu malah tidak sesuai dengan aqidah Islam sendiri: “Ia memutar balikkan keutuhan doktrin Islam, menyebut Isa dengan “al-Masi’ah” yang Islam tidak membenarkannya.”

Tanya: Jadi dari penjelasan di atas, nyatalah bahwa yang disebut “Injil Barnabas” sebenarnya hanyalah buku yang tidak kita akui sebagai Injil. Masih adakah karangan “Injil yang lain” di luar Alkitab selain “Injil Barnabas?”


Kita mengenal 4 Injil dalam Alkitab, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Pernahkah Anda mendengar nama “Injil Tomas”? Tahukah Anda isi “Injil Tomas?” Anda ingin tahu jawabannya? Silakan menyimak dialog berikut ini. Ambil dan Bacalah!

Tanya  : Selain “Injil Barnabas” dan “Injil Yudas”, saya pernah mendengar nama Injil lain di luar Injil Kanonik (Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes). Yang saya maksud adalah “Injil Tomas”. Kapankah  “Injil Tomas” ditulis?
Jawab: “Injil Tomas” merupakan salah satu naskah yang ditemukan di Nag Hamadi, Mesir. Naskahnya ditulis dalam bahasa Koptik. Kemungkinan disusun pada awal abad 2 M. “Injil Tomas” menarik perhatian para penyelidik sejak diterjemahkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1957.
Tanya: Siapakah penulis “Injil Tomas”?
Jawab: Penulis Injil ini mengaku sebagai Didimus Yudas Tomas.  Beberapa legenda Kristen menjelaskan bahwa  Didimus Yudas Tomas adalah saudara YESUS sendiri. [1]
Tanya: Apakah  ada pengaruh gnostik[2]  dalam “Injil Tomas”?
Jawab:  Ya, “Injil Tomas” juga diwarnai oleh konsep gnostik. Paham gnostik tampak jelas misalnya pada awal dan akhir  Injil Thomas.
Tanya : Apakah isi “Injil Tomas”? Apa perbedaannya dengan Injil yang ada dalam Alkitab?
Jawab: “Injil Tomas”  adalah kumpulan ajaran-ajaran rahasia YESUS. Kisah hidup YESUS, karya-Nya, kesengsaraan-Nya, wafat-Nya dan kebangkitan-Nya tidaklah penting bagi penulis. Dalam Injil ini ada 114 ajaran rahasia yang disampaikan oleh YESUS.  “Injil Tomas”  memuat banyak ucapan YESUS yang serupa dengan Injil kanonik, namun tak sedikit pula ucapan YESUS yang ditulis dalan Injil ini  sangat kuat diwarnai  oleh konsep gnostik.
Misalnya ada satu ayat dalam “Injil” ini yang berbunyi:
YESUS berkata: “Untuk mereka yang pantas bagi misteri-misteri-Ku”, itulah Aku menceritakan misteri-misteri-Ku. Jangan biarkan tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu”[3]
Ucapan ini memperlihatkan bahwa hanya kelompok elite sajalah yang akan menerima wahyu rahasia dari TUHAN YESUS. Cara berpikir seperti ini merupakan konsep gnostik. Kemiripan dengan ucapan TUHAN YESUS dalam Injil kanonik ( “Jangan biarkan tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu”) dibahasakan secara lebih tegas dengan kerangka kerahasiaan antara kedua tangan. Kerahasiaan seperti ini penting bagi paham gnostik.
Kemiripan sejumlah ucapan TUHAN YESUS dalam tulisan ini dengan ucapan-ucapan yang ditemukan dalam Injil Kanonik sempat membuat tulisan ini dijuluki “Injil Kelima”. Beberapa kelompok bahkan yakin bahwa Injil ini mencatat ucapan-ucapan TUHAN YESUS yang lebih asli daripada keempat Injil kanonik.  Keyakinan ini muncul karena dari ayat-ayat Injil Tomas yang paralel dengan Injil-Injil Kanonik diketahui bahwa banyak di antaranya yang lebih pendek. Dari sini disimpulkan bahwa naskah itu mestinya lebih tua dari Injil kanonik. Namun mestinya lebih pendek tidak selalu harus berarti lebih tua, sebab sekalipun Injil Markus dianggap tertua dan menjadi sumber Injil Matius, banyak ayat-ayat paralel dalam Injil Matius yang lebih pendek dari yang ada di Injil Markus. Pendapat bahwa Injil Tomas lebih asli dari  4 Injil kanonik banyak diragukan juga karena unsur  ajaran gnostik sangat terlihat dalam tulisan ini.
Contoh lain  isi “Injil Tomas” yang berkaitan erat dengan pengaruh gnostisisme adalah ucapan terakhir yang menutup Inji ini, yaitu tentang persoalan gender. Dalam ucapan itu dihadirkan YESUS yang seolah tidak menghormati perbedaan gender. Dalam bagian ini dikisahkan percakapan  antara Simon Petrus dan YESUS.
Simon Petrus berkata kepada mereka, ” Biarkanlah Maria meninggalkan kita, karena perempuan tidak layak hidup. “  YESUS berkata, ” Aku sendiri akan menuntunnya dan menjadikannya laki-laki, supaya ia juga dapat menjadi sebuah roh yang hidup yang menyerupai kamu laki-laki. Karena setiap perempuan yang akan membuat dirinya laki-laki akan memasuki kerajaan Sorga. “[4]
Demi keselamatan Maria Magdalena, YESUS akan menjadikannya laki-laki. Ini sebenarnya bukan persoalan gender tapi pengaruh kuat gnostisisme akan keselamatan.
Paham gnostik mengajarkan bahwa perempuan lebih terpenjara jiwanya dan lebih rendah dari laki-laki. Untuk menuju keselamatan, perempuan harus mengalami perubahan dari tubuh jasmani ke mahluk rohani yang lebih tinggi derajatnya. Juga karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, maka keselamatan hanya akan terjadi bila kesatuan asali dipulihkan.  Dengan demikian  Maria Magdalena ( dan semua perempuan yang lain ) akan dijadikan laki-laki bila ingin ikut serta dalam proses pemulihan yang menjadi unsur dasar usaha penyelamatan seluruh alam ciptaan yang dilakukan oleh YESUS.
Tanya: Wah kalau begitu, “Injil Tomas” sarat dengan muatan paham gnostik. Setelah mengenal ” Injil Tomas dan Injil Yudas”, mungkinkah masih ada tulisan-tulisan lain sejenis yang berbeda dengan 4 Injil kanonik? Bagaimanakah kita menyikapi keberadaan tulisan-tulisan tersebut dan apakah tulisan-tulisan di luar Injil kanonik dapat melengkapi berita injil yang perlu kita ketahui?
Jawab: Ya, memang masih ada tulisan-tulisan lain. Kelihatannya memang tulisan-tulisan itu melengkapi  bagian-bagian yang tidak ada dalam Injil kanonik, namun dari awal gereja telah melihat persoalan-persoalan dalam tulisan-tulisan tersebut; sejak awal dirasakan bahwa tulisan-tulisan tersebut tidak sesuai menurut rasa keagamaan dan rasa kebaktian gereja mula-mula sehingga dalam proses selanjutnya, tulisan-tulisan tersebut perlahan-lahan tidak digunakan, dilupakan orang dan disingkirkan. [5]
Sebenarnya kita tidak perlu menutup diri terhadap kenyataan adanya tulisan-tulisan  atau pun yang disebut dengan “Injil-Injil” di luar Injil kanonik; kita perlu bersikap terbuka, dalam arti mengakui bahwa tulisan-tulisan semacam itu menjadi bagian dari sejarah gereja mula-mula. Proses seleksi atas tulisan-tulisan itu sudah terjadi,  Kanon Kitab suci sudah ditentukan dan yang diakui gereja adalah empat Injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Jika ada tulisan-tulisan lain yang dipublikasikan, baik maksudnya untuk melengkapi Injil kanonik atau pun meragukan Injil kanonik, maka kita mesti kritis menilai. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menilai tulisan apa pun yang dipublikasikan sebagai tandingan Injil kanonik.[6]
Kita perlu menilai apakah tulisan-tulisan itu memenuhi kriteria apostolisitas (artinya bisa ditelusuri sampai ke zaman para Rasul sendiri ) dan ortodoksi (artinya mengandung sebuah keyakinan iman yang sama sebagaimana tulisan-tulisan yang sudah ada dalam kanon Kitab suci) serta apakah itu menambahkan sesuatu yang baru pada segala sesuatu yang sudah termuat dalam kanon Kitab Suci yang ada sekarang. Perlu juga dilihat apakah ada unsur-unsur gnostisisme, atau pandangan yang secara teologis menimbulkan masalah.  Hal penting yang tidak boleh kita lupakan adalah publikasi tulisan-tulisan atau “Injil-Injil di luar Injil kanonik” membuat kita  lebih menyadari  tentang Injil kanonik. Kesadaran ini mestinya membuat kita lebih bersedia masuk, mendalami dan hidup sesuai ajaran-ajaran iman yang dimuat dalam Injil-Injil kanonik (Alkitab) kita saat ini.[7]


[1] Bart D Ehrman, Lost Scriptures: Books that Did Not Make It Into The New Testament, New York, Oxford University Press, 2003, p.  19[2] Istilah gnostik atau aliran “gnostisisme” berasal dari istilah Yunani yaitu “gnosis” yang berarti “pengetahuan”. Yang dimaksud adalah “pengetahuan rahasia” yang diungkapkan kepada manusia. Tokoh-tokoh tertentu diyakini menerima pengetahuan rahasia (gnosis) dari YESUS sendiri. Bagignostik, KRISTUS mengajarkan ucapan-ucapan rahasia sehingga mereka yang mengerti bisa mencapai ke’Ilahi’annya sama seperti KRISTUS. Ajaran gnostik berkembang di Palestina sekitar abad  2-3 M, namun ajaran ini dilarang oleh gereja resmi
[3] Helmut Koester & Thomas o. Lambdin, The Gospel of Thomas, dalam James M.Robinson (ed), The Nag Hammadi Library in English, rev. Ed, San Francisco, Harper & Row, 1988, p. 133.
[4] Ibid, p. 138
[5] Deshi Ramadhani, Menguak Injil-Injil Rahasia, Yogyakarta, Kanisius, 2007, p. 195.
[6] Ibid, p. 196-197
[7] Ibid, p. 202.


Kita mengenal 4 Injil dalam Alkitab, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Pernahkah Anda mendengar nama “Injil Yudas”? Tahukah Anda isi “Injil Yudas?” Anda ingin tahu jawabannya? Silakan menyimak dialog berikut ini. Ambil dan Bacalah!
Tanya  : Saya pernah mendengar bahwa selain Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes,  ada Injil lain yang tidak ada dalam Alkitab, yaitu “Injil Yudas”. Kapankah  “Injil Yudas” ditulis dan sejak kapan dikenal orang Kristen?

Jawab: “Injil Yudas” sebenarnya sudah  ditemukan antara tahun 1950-1960 di El Minya, 300 Km di utara ‘Nag Hamadi’, Mesir. Menurut para ahli, salinan “Injil Yudas” ditemukan pada tahun 1970 di Mesir tengah dan berbahasa Koptik yang ditulis sekitar tahun 280-300; tetapi naskah aslinya tidak diketahui pasti kapan ditulis. Kemungkinan naskah aslinya ditulis sekitar pertengahan abad II yaitu antara tahun 140-160. 

” Injil Yudas” mulai dikenal banyak  orang  ditengah ramainya kontroversi  buku The Da Vinci Code.   Situs web National Geographic memuat liputan panjang  Injil Yudas . Liputan itu juga difilmkan dan diputar melalui media TV, kemudian pada bulan berikutnya dimuat dalam versi cetak dan menjadi cover story majalah National Geographic – May 2006. Versi laporan dalam bahasa Indonesia dimuat dalam edisi National Geographic – Juni 2006. “Injil Yudas” diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris (April 2006) dan terjemahan bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Gramedia yang dirilis pada tanggal 29 Juni 2006 bersama dengan buku ‘The Lost Gospel’ (Injil yang Terhilang).

Tanya: Siapakah penulis “Injil Yudas”, apakah Yudas Iskariot?
Jawab: Sekalipun diberi nama  Injil Yudas, penulisnya bukan  Yudas Iskariot. Lalu siapa penulisnya? Tidak diketahui dengan jelas. Hanya ada informasi bahwa “Injil Yudas”ditemukan dalam pustaka gnostik.

Tanya: Apakah gnostik itu?
Jawab: Istilah gnostik atau aliran “gnostisisme” berasal dari istilah Yunani yaitu “gnosis” yang berarti “pengetahuan”. Yang dimaksud adalah “pengetahuan rahasia” yang diungkapkan kepada manusia.  Tokoh-tokoh tertentu, seperti Yudas Iskariot, diyakini menerima pengetahuan rahasia (gnosis) dari YESUS sendiri. Bagi gnostik, KRISTUS mengajarkan ucapan-ucapan rahasia sehingga mereka yang mengerti bisa mencapai ke’Ilahi’annya sama seperti KRISTUS. Ajaran gnostik berkembang di Palestina sekitar abad  2-3 M, namun ajaran ini dilarang oleh gereja resmi.

Tanya : Apakah isi “Injil Yudas”? Apa perbedaannya dengan Injil yang ada dalam Alkitab?

1. “Injil Yudas” sangat dipengaruhi ajaran gnostik yang menekankan pentingnya gnosis(pengetahuan rahasia) dan mengajarkan bahwa keselamatan adalah pembebasan roh dari tubuh. Dalam hal ini digambarkan secara jelas konsep pemisahan antara tubuh dan roh. Yang bersifat  material (tubuh) adalah jahat sedangkan yang baik adalah  yang bersifat spiritual (roh).  Karena Yudas Iskariot diyakini mendapat gnosis langsung dari YESUS sendiri dan maka hanya  Yudas Iskariot yang paling mampu memahami pesan Yesus yang sebenarnya. Yudas Iskariot telah memperoleh pengetahuan rahasia dan Ilahi yang tidak dimiliki oleh siapapun juga termasuk para murid Yesus.

Dalam pengaruh ajaran gnostik tersebut, “Injil Yudas”  menggambarkan Yudas sebagai tokoh yang berjasa bagi YESUS karena ia berperan dalam usaha penting  untuk membebaskan YESUS dari tubuh-Nya yang selama ini mengurung roh-Nya. Dengan demikian Yudas adalah seorang pahlawan yang berjasa besar. Yudas sama sekali tidak mengkhianati YESUS, tetapi Yudas Iskariot melakukan yang diminta oleh YESUS sendiri. Yudas Iskariot menunjukkan sikap kesetiaan dan pengabdiannya yang besar kepada YESUS. Melalui kesetiaannya Yudas Iskariot berhasil memasuki “awan bercahaya cemerlang” yaitu alam Barbelo (suatu alam ilahi atau “aeon” yang tidak mengenal kematian selama-lamanya). Jadi dalam konteks ini “Injil Yudas” mau menyatakan bahwa kematian YESUS di salib bukanlah tragedi, tetapi justru merupakan jalan yang membebaskan YESUS dari raga manusia (dunia materi) yang membelenggu-NyaTanpa campur tangan Yudas, pembebasan roh KRISTUS dari tubuh ragawi-Nya  tidak akan terlaksana.

Sedangkan dalam 4 Injil Kanonik ( Matius, Markus, Lukas, Yohanes ) dikisahkan bahwa Yudas Iskariot  adalah murid YESUS yang akhirnya berkhianat dan menyebabkan kematian-Nya. Yudas secara sengaja dan terencana membawa para pasukan dari Sanhedrin untuk menangkap TUHAN YESUS.  Injil kanonik sepakat bahwa tindakan Yudas Iskariot selain didasari oleh sikap tamak untuk memperoleh uang, dia juga telah membiarkan dirinya diperalat oleh Iblis.

Dalam Injil-Injil kanonik kita juga mengetahui bahwa kematian YESUS pada hakikatnya telah ditentukan oleh ALLAH sebagai penebusan dosa bagi seluruh umat manusia. Sebab manusia tidak dapat berlaku benar di hadapan Allah dengan perbuatan atau amal ibadahnya. Itu sebabnya mereka membutuhkan KRISTUS yang ditetapkan oleh ALLAH sebagai korban untuk menggantikan kedudukan manusia. Seharusnya manusia yang berdosa menerima hukuman dan murka ALLAH, tetapi ALLAH berkenan menyelamatkan manusia dengan korban KRISTUS di atas kayu salib. Tetapi menurut “Injil Yudas”, kematian YESUS berfungsi untuk menyelamatkan diri YESUS sendiri agar DIA dapat terlepas dan bebas dari perangkap tubuh ragawi-Nya, sehingga kematian-Nya sama sekali tidak ada hubungannya dengan keselamatan umat manusia

Selain itu Injil-Injil kanonik secara terbuka menyaksikan pengajaran dan percakapan YESUS dengan berbagai kalangan atau terjadi di depan orang banyak, bukan hanya kepada orang-orang tertentu. Dengan demikian kita ketahui bahwa  keselamatan tidak hanya diberikan kepada orang-orang tertentu tapi kepada banyak orang.

2. Tokoh Yudas Iskariot dalam “Injil Yudas” dinyatakan sebagai pribadi yang memantulkan dalam dirinya sesuatu yang mulia. YESUS melihat pribadi Yudas Iskariot sebagai seseorang yang memiliki pancaran diri (roh ilahi) yang mulia sehingga dia berhak untuk mengetahui pemerintahan atau kerajaan yang ilahi, walau untuk itu dia akan banyak menderita. Tentang hal ini, dalam Injil Yudas dikisahkan tentang tokoh Yudas Iskariot yang berbicara kepada YESUS tentang penglihatannya yang luar biasa. Yudas Iskariot melihat dirinya dirajam para murid YESUS dengan batu. Mereka menganiaya Yudas dengan kejam. Menurut Injil Yudas, tokoh Yudas Iskariot mati karena para murid YESUS marah dengan membalas dendam, sehingga akhirnya dia menjadi korban kemarahan para murid YESUS.  Jadi “Injil Yudas “ memberikan kesaksian yang berbeda dengan Injil-Injil kanonik  tentang kematiannya. Menurut Injil-Injil kanonik, Yudas Iskariot mati secara mengenaskan karena dia bunuh diri: “Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri” (Mat. 27:5). Menurut Kis. 1:18, Yudas Iskariot mati dengan cara jatuh tertelungkup dan semua isi perutnya tertumpah keluar.

Tanya: Jadi nyatalah bahwa apa yang ditulis dalam “InjilYudas” sangat berbeda dengan 4 Injil kanonik yang ada dalam Alkitab. Masih adakah karangan “Injil yang lain” di luar Alkitab selain “Injil Yudas”?

Jawab: Ya, tentu dengan mengetahui adanya tulisan seperti “Injil Yudas”, umat Kristen tidak perlu bingung sebab Alkitab yang kita imani sebagai pernyataan Firman ALLAH adalah pegangan kita yang cukup membawa kita  hidup beriman di dalam KRISTUS. ( Yoh 20:30-31 ). Bulan depan, kita akan mengenali satu lagi tulisan terkenal yang juga dipublikasikan sebagai “Injil” di luar Alkitab. Anda ingin tahu? Nantikanlah Ambil dan Bacalah edisi mendatang.